Bisnis Perhotelan di Indonesia Memasuki Era Baru
Melengkapi promosi online, secara offline sudah dilakukan peluncuran Azana Traveller Magazine dengan isi 108 halaman dan dicetak sebanyak 5000 eksemplar yang berisi informasi traveling & lifestyle anak muda, yang terbit bulanan.
"Majalah ini sejak bulan Januari telah di distribusikan ke 25 kota besar di Indonesia," katnya.
Dia menambahkan,
Azana juga secara aktif mengikuti pameran pasar wisata di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Malaysia.
Azana juga secara aktif mengikuti pameran pasar wisata di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Malaysia.
"Azana juga sudah melengkapi hotelnya dengan SpotBox yang merupakan model bisnis baru berupa cafe dan sudah memiliki 7 outlet di Indonesia yang bisa digunakan sebagai tempat hang out anak muda dengan model coffee shop & lounge," tambah Dicky.
Meski persaingan bisnis hotel makin ketat, Dicky mengaku Azana tetap percaya diri mampu bersaing di segmen manapun dengan menonjolkan keunggulan yang dimiliki.
Dicky mengatakan rata-rata okupansi hotel yang dikelola Azana Management adalah 75 persen -96 persen dan hanya satu hotel saja yang rata-rata okupansinya 60 persen.
Saat ini Azana sedang melakukan flanking development hotel budget di kota kabupaten, yaitu kota kedua dan ketiga yang sedang tumbuh perekonomiannya.
"Karena itu kami tidak mau lagi mengelola hotel di tengah kota, apalagi dengan jumlah kamar diatas 50 yang dibangun dengan dana bank, Azana lebih menyasar daerah pinggiran yang belum banyak dilirik," katanya.
Tak sekadar menghadirkan hotel untuk menginap tapi kata Dicky, Azana juga menciptakan lifestyle bagi masyarakat dan diharapkan dapat menjadi ikon atau trendsetter di daerah tersebut. (*)
Komentar
Posting Komentar